• Abstract

    This study seeks to evaluate the contribution of reestablished court services in attaining legal certainty, justice, and societal benefit, while examining the framework of restored court services as a mechanism for fostering comprehensive judicial advancement. Employing both a statutory and theoretical perspective, this study adopts a normative legal research approach. The findings illustrate that the objective of judicial reform is to safeguard both individual and collective rights, contributing to the realization of a fairer and more equitable society. The progression of legal principles is achieved through various reforms, including those within the judicial sector, taking into account the diverse array of existing legal frameworks and the influence of globalization.

  • References

    1. Afif, Z. (2018). Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan Berdasarkan Pancasila Dan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jurnal Dialog, 7(1).
    2. Akbar, I. (2016). Demokrasi Dan Gerakan Sosial (Bagaimana Gerakan Mahasiswa Terhadap Dinamika Perubahan Sosial). Jurnal Wacana Politik, 1(2), 107–115.
    3. Alkiviadou, N. (2020). International framework for Court Excellence 3rd Edition. In Australasian Institute of Judicial Administration, the Federal Judicial Center, the National Center for State Courts, and the State Courts of Singapore. (Issue May). https://doi.org/10.4324/9780367808617-3
    4. Anggun, L. (2022). Perkembangan Kejahatan Tindak Pidana Pencucian Uang Dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (Tppu Dan Tppt) Di Masa Pandemi Covid-19. Technology and Economics Law Journal, 1(1), 5.
    5. Apriansyah, N. (2017). Peran Pemerintahan Dalam Pembentukan Kebijakan Hukum (Role of Government in Legal Policy-Making). Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, 10(2), 187–196.
    6. Aswandi, B., & Roisah, K. (2019). Negara hukum dan demokrasi pancasila dalam kaitannya dengan hak asasi manusia (HAM). Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 1(1), 128–145.
    7. Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. (2014). Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional 2005-2025. In Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Vol. 1945).
    8. Barkatullah, A. H. (2017). Framework Sistem Perlindungan Hukum bagi Konsumen di Indonesia. Nusa Media.
    9. Boyoh, M. (2015). Independensi Hakim Dalam Memutus Perkara Pidana Berdasarkan Kebenaran Materiil. Lex Crimen, 4(4).
    10. CR-23. (2017). Begini Cara MA Mengatasi Tiga Hambatan Peradilan. Hukumonline.Com. https://www.hukumonline.com/berita/a/begini-cara-ma-mengatasi-tiga-hambatan-peradilan-lt589c66a0784e9
    11. Febriansyah, F. I. (2012). Muatan Kepentingan Politik Penentu Kualitas Undang-Undang. Perspektif, 17(3), 184–190.
    12. Gaol, M. L., & SASANA, H. (2016). Pengaruh Good Governance Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di ASEAN. Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
    13. Himawan, C., & Sanda, A. (2003). Hukum Sebagai Panglima. Penerbit Buku Kompas.
    14. Irwansyah. (2020). Penelitian Hukum ; Pilihan Metode & Praktik Penulisan Artikel (A. Yunus, Ed.). Mirra Buana Media.
    15. Islamiyati, I., & Hendrawati, D. (2019). Analisis Politik Hukum Dan Implementasinya. Law, Development and Justice Review, 2(1), 104–117.
    16. Kapitan, R. Va. F., & Rafael, T. C. (2020). Penerapan Asas Contra Legem oleh Hakim dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi. Jurnal Spektrum Hukum, 17(1), 1–18.
    17. Kenedi, J. (2016). Urgensi Penegakan Hukum Dalam Hidup Berbangsa Dan Bernegara. El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman Dan Tafsir Hadis, 5(2), 51–62.
    18. Kurnianto, T. A. (2021). Peran Kepolisian dalam Menjaga Stabilitas Keamanan selama Penerapan Kebijakan PSBB. Jurnal Ilmu Kepolisian, 15(1), 11.
    19. Mertokusumo, S. (2007). Penemuan hukum: Sebuah pengantar. Liberty.
    20. Mohammad Mahfud, M. D. (2013). Pergulatan Politik dan Hukum di Indonesia. In Yogyakarta: Gama Media.
    21. Mulkan, H. (2021). Peranan Hakim Dalam Persidangan Perkara Pidana Sebagai Upaya Penegakan Hukum Pidana. Jurnal Hukum Samudra Keadilan, 16(2), 305–319.
    22. Nugroho, D. M. (2017). Penemuan Hukum Oleh Hakim Dalam Perkara Perdata Berdasar Asas Peradilan Yang Baik. QISTIE, 10(1).
    23. Nuswardani, N. (2009). Upaya Peningkatan Kualitas Putusan Hakim Agung Dalam Mewujudkan Law and Legal Reform. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 16(4), 515–532. https://doi.org/10.20885/iustum.vol16.iss4.art5
    24. Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta. (2019). E-court dan Masa Depan Sistem Peradilan Modern di Indonesia. Tim IT Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta. https://ptun-yogyakarta.go.id/index.php/artikel/193-e-court-dan-masa-depan-sistem-peradilan-modern-di-indonesia.html
    25. Petannase, I. (2020). PERANAN HAKIM SEBAGAI PENGUBAH DAN PEMBAHARU HUKUM. Doctrinal, 5(1), 108–126.
    26. Peter Mahmud Marzuki. (2014). Penelitian Hukum: Edisi Revisi. Prenadamedia Group.
    27. Purnawati, I. (2021). Pembaruan Pengadilan Sebagai Ikhtiar Mewujudkan Court Excellence. Mahkamah Agung Republik Indonesia. https://www.mahkamahagung.go.id/id/artikel/4965/pembaruan-peradilan-sebagai-ikhtiar-mewujudkan-court-excellence
    28. Rahardjo, S. (2003). Sisi-sisi lain dari Hukum di Indonesia. Penerbit Buku Kompas.
    29. Rahardjo, S. (2010). Penegakan hukum progresif. Penerbit Buku Kompas.
    30. Rahman, A. (2018). Mahkamah Agung Luncurkan Aplikasi E-Court—Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama. Badilag.Mahkamahagung. https://badilag.mahkamahagung.go.id/seputar-ditjen-badilag/seputar-ditjen-badilag/mahkamah-agung-luncurkan-aplikasi-e-court
    31. Risdiarto, D. (2017). Kebijakan Dan Strategi Pembangunan Hukum Dalam Memperkuat Ketahanan Nasional. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 17(2), 177. https://doi.org/10.30641/dejure.2017.v17.177-193
    32. Rumadan, I. (2017). Peran Lembaga Peradilan Sebagai Institusi Penegak Hukum Dalam Menegakkan Keadilan Bagi Terwujudnya Perdamaian. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 6(1), 69–87.
    33. Safriani, A. (2017). Telaah terhadap Hubungan Hukum dan kekuasaan. Jurisprudentie: Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah Dan Hukum, 4(2), 37–45.
    34. Salam, A. (2015). Pengaruh politik dalam pembentukan hukum di Indonesia. Mazahib, 14(2).
    35. Sanjaya, M. (2021). Digitalisasi Pengadilan dalam Penyelesaian Perkara. YUME: Journal of Management, 3(2), 70.
    36. Sanusi, & Pradini Imso, L. (2018). Pelaksanaan Tugas Fungsi dan Kewenangan Kejaksaan Republik Indonesia dalam Hubungannya dengan Sistem Ketatanegaraan di Indonesia Menurut Undang Undang Nomor 16 Tahun 2004. Diktum : Jurnal Ilmu Hukum, 7(1), 23–42. https://doi.org/10.24905/diktum.v7i1.3
    37. Sanyoto. (2008). Penegakan Hukum di Indonesia. Jurnal Dinamika Hukum, 8(3), 199–204.
    38. Setiadi, W. (2018). Penegakan Hukum: Kontribusinya Bagi Pendidikan Hukum Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Majalah Hukum Nasional, 48(2), 1–22.
    39. Shamsul Haque, M. (2004). Governance and bureaucracy in Singapore: Contemporary reforms and implications. International Political Science Review, 25(2), 227–240.
    40. Sodik, A., & Handayani, Y. (2022). Peran Polri Dalam Penanganan Covid-19 Dengan Mengaplikasikan Konsep Presisi Dan Berkeadilan Bermartabat Di Masa Pandemi. DE JURE Critical Laws Journal, 3(1), 56–65.
    41. Subiyanto, A. E. (2016). Mendesain Kewenangan kekuasaan kehakiman setelah Perubahan UUD 1945. Jurnal Konstitusi, 9(4), 661–680.
    42. Sufriadi, Y. (2010). Penerapan Hukum Progresif dalam Penegakan Hukum di tengah Krisis Demokrasi. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 17(2), 233–248.
    43. Syahr, Z. H. A. (2020). Dinamika Digitalisasi Manajemen Layanan Pengadilan. Prosiding Seminar Nasional Pakar, 2–3.
    44. Tedi Sudrajat, S. H., & Endra Wijaya, S. H. (2021). Perlindungan Hukum Terhadap Tindakan Pemerintahan. Bumi Aksara.
    45. Wantu, F. M. (2007). Antinomi dalam penegakan hukum oleh hakim. Mimbar Hukum-Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, 19(3).
    46. Wantu, F. M. (2013). Kendala Hakim Dalam Menciptakan Kepastian Hukum, Keadilan, dan Kemanfaatan di Peradilan Perdata. Mimbar Hukum-Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, 25(2), 205–218.
    47. Widayati, W. (2018). Penegakan Hukum Dalam Negara Hukum Indonesia yang Demokratis.
    48. Wijayanta, T. (2014). Asas kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan dalam kaitannya dengan putusan kepailitan pengadilan niaga. Jurnal Dinamika Hukum, 14(2), 216–226.
    49. Wijayanta, T., & Firmansyah, H. (2011). Perbedaan Pendapat dalam putusan-putusan di pengadilan negeri yogyakarta dan pengadilan negeri sleman. Jurnal Mimbar Hukum 23(1). https://doi.org/10.22146/jmh.16201

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Copyright (c) 2024 Malque Publishing

How to cite

Wantu, F. M., Puluhulawa, J., Swarianata, V., Djafar, L., Sunarti, S., & Hayatulah, G. E. (2024). Restoration of court services as a configuration for legal development with legal certainty, justice and benefits. Multidisciplinary Reviews, 7(4), 2024069. https://doi.org/10.31893/multirev.2024069
  • Article viewed - 230
  • PDF downloaded - 87